Diduga Bermain Judi Kartu di Kawasan JMP, Sejumlah Prajurit Kodam XV/Pattimura Diperiksa - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Sabtu, 07 November 2026

Diduga Bermain Judi Kartu di Kawasan JMP, Sejumlah Prajurit Kodam XV/Pattimura Diperiksa


Ambon
, Globaltimurnn.com — Dugaan pelanggaran disiplin yang melibatkan sejumlah prajurit TNI di kawasan Kafe Ujung Jembatan Merah Putih (JMP), Ambon, menjadi perhatian serius Kodam XV/Pattimura. Aktivitas bermain kartu yang dilakukan menggunakan atribut resmi TNI tersebut kini tengah ditelusuri untuk memastikan ada atau tidaknya unsur perjudian.


Menanggapi kejadian itu, Kodam XV/Pattimura melalui Staf Intelijen telah memanggil dan meminta keterangan sejumlah prajurit yang diduga terlibat. Pemeriksaan dilakukan secara intensif guna mengungkap secara jelas aktivitas yang berlangsung di lokasi tersebut.


Kepala Penerangan Kodam XV/Pattimura, Kolonel Inf Adi Swastika, saat dikonfirmasi di Ambon, Sabtu (07/11/2026), membenarkan bahwa sejumlah personel telah menjalani pemeriksaan. Menurutnya, proses pendalaman masih terus berlangsung untuk memastikan fakta sebenarnya di balik aktivitas permainan kartu tersebut.


Saat ini, oknum anggota yang terlibat telah dimintai keterangan di Staf Intelijen Kodam XV/Pattimura untuk menjalani proses pemeriksaan intensif, ungkap Adi Swastika.


Berdasarkan keterangan sementara, personel yang berada di lokasi merupakan pengemudi dan ajudan yang sedang melaksanakan tugas pengamanan serta mendampingi pimpinan. Mereka disebut mengisi waktu dengan bermain kartu ketika menunggu pimpinan menyelesaikan kegiatan hingga larut malam.


Meski demikian, Kodam belum mengambil kesimpulan terkait dugaan perjudian tersebut. Salah satu hal yang masih menjadi fokus pemeriksaan adalah kemungkinan adanya penggunaan uang atau materi dalam permainan kartu itu. Kapendam menegaskan, seluruh keterangan dari pihak-pihak yang diduga terlibat maupun saksi masih dikumpulkan untuk memperjelas perkara.


“Perihal penggunaan materi atau uang dalam aktivitas tersebut, proses pemeriksaan masih berjalan dan terus didalami,” jelasnya.


Kodam XV/Pattimura memastikan tidak akan memberikan toleransi apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran hukum. Jika ditemukan bukti sah dan meyakinkan bahwa para prajurit menggunakan uang dalam permainan atau benar-benar terlibat perjudian, proses hukum militer akan diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku.


Apabila dari hasil pendalaman lanjutan terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa oknum anggota tersebut benar-benar menggunakan uang atau terlibat dalam perjudian, Kodam XV/Pattimura memastikan akan langsung memproses hukum oknum yang bersangkutan sesuai aturan dan ketentuan hukum militer yang berlaku, tegasnya.


Lebih lanjut, Adi Swastika menekankan bahwa setiap prajurit TNI wajib menjaga kehormatan institusi, termasuk dalam menjalankan aktivitas di luar tugas kedinasan. Terlebih, penggunaan atribut resmi TNI dalam aktivitas yang diduga melanggar aturan dinilai dapat mencederai nama baik dan kehormatan satuan.


Atas kejadian tersebut, Kodam XV/Pattimura menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keresahan yang timbul. Institusi juga menegaskan komitmennya untuk menindak setiap bentuk pelanggaran disiplin maupun hukum yang dilakukan oleh oknum prajurit.


Kapendam turut mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan anggota TNI melalui Polisi Militer sebagai aparat penegak hukum di lingkungan TNI.


Kalau ada tindak pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum, ada baiknya segera dilaporkan kepada Polisi Militer sebagai aparat penegak hukum di lingkungan TNI, tutupnya.


Ia juga mengimbau insan pers untuk tetap mengedepankan prinsip objektivitas dan profesionalitas dalam pemberitaan. Menurutnya, apabila terbukti terjadi pelanggaran, tindakan tersebut merupakan tanggung jawab pribadi prajurit yang bersangkutan dan tidak dapat digeneralisasi sebagai representasi institusi TNI secara keseluruhan.

(Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT