Ambon, Globaltimurnn.com — Kesempatan mengabdi kepada bangsa dan negara melalui institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) diharapkan semakin terbuka bagi generasi muda Maluku. Tidak hanya bagi mereka yang tinggal di pusat perkotaan, tetapi juga pemuda dari wilayah terpencil dan pulau-pulau yang selama ini memiliki keterbatasan akses informasi.
Komitmen tersebut menjadi perhatian serius Kodam XV/Pattimura melalui penguatan strategi kampanye kreatif penjaringan calon prajurit TNI. Langkah ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kampanye Kreatif bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku yang berlangsung di Ruang Yudha III Makodam XV/Pattimura, Ambon, Senin (02/11/2026).
Rakor dipimpin langsung Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Doddy Triwinarto, S.I.P., M.Han. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan langkah berbagai instansi dalam menggali potensi putra-putri terbaik daerah agar memiliki kesempatan berkarier dan mengabdi sebagai prajurit TNI.
Bagi Kodam XV/Pattimura, penjaringan calon prajurit bukan sekadar persoalan memenuhi kebutuhan personel organisasi. Lebih dari itu, upaya tersebut merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia daerah, sekaligus membuka ruang pengabdian bagi generasi muda Maluku dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam rapat tersebut, Aspers Kasdam XV/Pattimura, Kolonel Inf Wisnu Joko Saputro, memaparkan perkembangan animo masyarakat serta proyeksi alokasi penerimaan prajurit baru melalui jalur Tamtama dan Bintara untuk tahun anggaran 2026 hingga 2027.
Berdasarkan data yang dipaparkan, kebutuhan pemenuhan personel TNI secara nasional pada 2027 diproyeksikan mencapai 248.749 orang.
Jumlah tersebut terdiri atas kebutuhan 181.700 personel golongan Tamtama dan 67.049 personel golongan Bintara.
Data tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun strategi sosialisasi dan penjaringan calon prajurit, termasuk bagaimana informasi penerimaan dapat menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat di wilayah Maluku.
Dengan karakteristik geografis Maluku yang terdiri atas gugusan pulau, penyebaran informasi rekrutmen membutuhkan pendekatan yang lebih luas dan terencana. Jangan sampai keterbatasan akses informasi menjadi penghalang bagi generasi muda yang memiliki kemampuan dan memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi.
Dalam arahannya, Mayjen TNI Doddy Triwinarto menekankan pentingnya mengoptimalkan kampanye kreatif secara masif, terbuka, dan transparan hingga menjangkau pelosok wilayah Maluku.
Menurutnya, sosialisasi harus dilakukan dengan pendekatan yang mampu menarik perhatian generasi muda, sekaligus memberikan pemahaman yang benar mengenai proses penerimaan prajurit TNI AD.
Ia berharap seluruh unsur pemerintah daerah dan instansi terkait dapat mengambil bagian dalam menyebarluaskan informasi tersebut, sehingga kesempatan menjadi prajurit TNI tidak hanya diketahui masyarakat di perkotaan, tetapi juga menjangkau pemuda di daerah pedalaman dan wilayah kepulauan.
"Saya berharap melalui kegiatan ini, animo masyarakat untuk bergabung menjadi prajurit TNI AD semakin meningkat, sekaligus menghasilkan calon-calon prajurit yang memenuhi persyaratan dan memiliki kualitas sesuai kebutuhan organisasi TNI AD," harap Pangdam.
Pangdam juga menegaskan pentingnya menjaga prinsip transparansi dalam setiap tahapan penerimaan. Kesempatan mengabdi melalui TNI harus terbuka berdasarkan persyaratan dan kemampuan calon prajurit, tanpa pungutan biaya apa pun.
Pesan tersebut menjadi penting agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Rakor tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Perwakilan Forkopimda Provinsi Maluku turut menyampaikan berbagai pandangan, masukan, serta saran strategis untuk menyempurnakan pola sosialisasi dan penjaringan calon prajurit ke depan.
Keterlibatan lintas instansi diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen TNI.
Sebab, potensi generasi muda Maluku tersebar di berbagai wilayah. Mereka membutuhkan akses informasi, pemahaman persyaratan, serta kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan kualitas diri.
Melalui koordinasi tersebut, Kodam XV/Pattimura ingin memastikan bahwa kampanye kreatif tidak berhenti sebagai kegiatan sosialisasi semata, tetapi menjadi langkah nyata dalam mendorong partisipasi generasi muda daerah.
Rapat koordinasi berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pertemuan ini sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, disiplin, serta memiliki integritas dan semangat pengabdian.
Dari Ambon, sebuah peluang kembali dibuka bagi generasi muda Maluku. Bahwa menjadi prajurit TNI bukan hanya tentang mengenakan seragam dan mengemban tugas negara, tetapi juga tentang keberanian mengabdikan diri demi menjaga persatuan serta kedaulatan bangsa.
Kini tantangannya adalah memastikan setiap pemuda Maluku, dari kota hingga pulau-pulau terluar, memiliki kesempatan untuk mengetahui, mempersiapkan diri, dan mengikuti proses seleksi secara terbuka. (Za)
