Halut, Globaltimurnn.com — Pendidikan di Maluku Utara mencatat sejarah baru. Selasa, 22 September 2026, bertempat di Gedung Serbaguna Sekolah Rakyat Terintegrasi, Desa Kukumutuk, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, secara resmi digelar pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Halmahera Utara Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan ini merupakan langkah nyata pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam upaya memutus rantai kemiskinan struktural melalui akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh perwakilan pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, antara lain: Fuji Abdul Rohman, S.H., M.H. Staf Khusus Menteri Bidang SDM dan Program Kementerian Sosial; Ir. Sri Haryati Hatari, M.Si. Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Maluku Utara (mewakili Gubernur Maluku Utara); Dr. Piet Hein Babua, M.Si. Bupati Halmahera Utara; AKBP Erlichson Passaribu, S.H., S.I.K. Kapolres Halmahera Utara; Christina Lesnussa Ketua DPRD Halmahera Utara; Rahmat, S.H., M.H. Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Utara; serta Sekretaris Daerah Halut, para Kepala OPD, Camat se-wilayah Kao, Kepala Sekolah, Kepala Desa, dan ratusan tamu undangan serta perwakilan peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Halmahera Utara dalam laporannya menyampaikan bahwa penetapan calon peserta didik telah disepakati dan akan segera ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Maluku Utara. Pembangunan fisik terus dipantau guna memastikan kesiapan asrama, ruang kelas, serta sarana penunjang air dan listrik. Program ini dirancang untuk menampung hingga 1.080 siswa dari jenjang SD hingga SMA yang berasal dari keluarga kurang mampu di 17 kecamatan se-Kabupaten Halmahera Utara. Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi I di Desa Kukumutuk telah menerima 45 siswa perintis, dengan target mencapai 270 siswa dan didukung 75 tenaga pendidik.
Dalam sambutannya, Fuji Abdul Rohman, S.H., M.H. menegaskan bahwa MPLS di Sekolah Rakyat berbeda dari sekolah pada umumnya seluruh elemen, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga siswa, semuanya baru. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi fondasi penanaman karakter. Setelah MPLS akan diikuti masa matrikulasi dengan tiga pilar utama: Penguatan Karakter, Keterampilan Hidup, dan Akademik. Seluruh peserta didik juga akan didampingi wali asuh sebagai orang tua pengganti di lingkungan asrama. Ia menegaskan: "Sekolah Rakyat ini 100% gratis dan ditanggung negara, seragam, makan, tempat tinggal, semuanya tanpa biaya. Ini wujud nyata pemerintah memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan biaya."
Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., menyampaikan dukungan penuh Pemkab Halut terhadap program strategis nasional ini. "Ini adalah sejarah baru dunia pendidikan di Halmahera Utara. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu di seluruh 17 kecamatan. Seluruh biaya ditanggung negara, dan mereka akan mendapatkan pembinaan menyeluruh dari guru maupun wali asuh. Kepada orang tua, jangan ragu menyekolahkan anak-anak di sini, ini adalah fondasi masa depan mereka," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Gubernur Maluku Utara, Ir. Sri Haryati Hatari, M.Si., menyebut peserta hari ini sebagai angkatan perintis yang bersejarah. Pemprov Maluku Utara telah menyiapkan lahan seluas 9,5 hektar di dua lokasi Kukumutuk (Halut) dan Rioribati (Halbar) dengan nilai investasi sekitar Rp200–250 miliar per lokasi. "Tujuan kita satu: memutus rantai kemiskinan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu, yatim piatu, harus punya harapan baru. Kalian adalah generasi yang akan membangun Maluku Utara di masa depan," tegasnya. (𝐆𝐈𝐎).
