Kairatu, globaltimurnn.com – Menjelang perhelatan akbar Muktamar VIII Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Majelis Wilayah (MPW) ICMI Maluku sukses menggelar Seminar Nasional Pra-Muktamar VIII Tahun 2026. Bertempat di Kairatu Beach, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, seminar yang berlangsung pada Jumat (7/8/2026) ini mengusung tema strategis: "Membangun Konektivitas dan Memperkuat Ketahanan Pangan dalam Perspektif Provinsi Kepulauan".
Rangkaian acara diawali dengan prosesi adat dan kebudayaan Maluku berupa persembahan Tari Sawat sebagai bentuk penghormatan bagi para tamu VIP dan peserta yang hadir.
Dalam sambutannya, Ketua Umum MPW ICMI Maluku, Dr. Ruslan H. S. Tawari, M.Si, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wujud kontribusi nyata para cendekiawan dalam memetakan arah pembangunan daerah berbasis kepulauan, khususnya dalam menjaga kedaulatan pangan. Senada dengan hal tersebut, Bendahara Umum MPP ICMI, H. Andi Irman Patiroi, SE., MM, yang hadir mewakili Ketua Umum MPP ICMI, memberikan arahan strategis mengenai pentingnya sinergi nasional dalam menghadapi tantangan logistik dan pangan di wilayah pesisir dan kepulauan.
Resmi Dibuka dengan Pemukulan Tifa
Seminar nasional ini dibuka secara resmi oleh Bupati Seram Bagian Barat, Ir. Asri Arman, M.T. Dalam pidatonya, Ir. Asri Arman menekankan bahwa karakteristik geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan menuntut adanya inovasi kebijakan pertanian dan logistik yang adaptif.
Sebagai simbol peresmian dan dimulainya acara, Bupati SBB bersama perwakilan Majelis Pimpinan Pusat (MPP) ICMI dan Ketua Umum MPW ICMI Maluku melakukan prosesi pemukulan alat musik tradisional tifa secara bersama-sama. Sesi seremonial ini kemudian ditutup dengan foto bersama unsur Forkopimda, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta panitia penyelenggara.
Kolaborasi Riset untuk Kebijakan Pertanian Berkelanjutan
Memasuki sesi utama, seminar dipandu langsung oleh Dr. Boim Kilkoda yang merupakan Ketua Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Diskusi berjalan interaktif dengan menghadirkan perspektif dari Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi, S.Si., M.Si., Ph.D, serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku.
Dari jalannya seminar, para panelis dan narasumber sepakat melahirkan sejumlah rekomendasi penting. Salah satu poin krusial yang dihasilkan adalah perlunya menempatkan riset dan inovasi sebagai fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pertanian yang berkelanjutan dan adaptif dengan kondisi geografis kepulauan. Penguatan ketahanan pangan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan mutlak membutuhkan kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, lembaga riset, dunia usaha, organisasi cendekiawan, dan masyarakat luas.
Acara yang berlangsung produktif dari siang hingga sore hari (13.55 - 16.50 WIT) ini diakhiri dengan penyerahan cenderamata kepada para pembicara serta dokumentasi bersama seluruh peserta seminar. Rekomendasi-rekomendasi yang lahir dari Kairatu ini nantinya akan dibawa sebagai bahan masukan strategis pada Muktamar VIII ICMI mendatang. (Yan)


