Namlea, Globaltimurnn.com – Program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali menunjukkan hasil positif. Budidaya ikan nila yang dikelola warga binaan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan, tetapi kini mulai menghasilkan nilai ekonomi dan menarik minat masyarakat.
Hal itu terlihat saat salah satu pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Buru membeli sebanyak 3 kilogram ikan nila hasil budidaya warga binaan usai mengikuti kegiatan penyuluhan dan peninjauan lahan pertanian di Lapas Namlea, Senin (22/06/2926).
Penyuluh Pertanian Ahli Muda Kabupaten Buru, Alijah, mengaku terkesan dengan pengelolaan budidaya perikanan yang dilakukan warga binaan. Menurutnya, kualitas ikan yang dihasilkan menunjukkan bahwa program pembinaan berjalan dengan baik dan memiliki prospek yang menjanjikan.
“Hari ini kami melakukan penyuluhan sekaligus meninjau lahan pertanian Lapas. Kami juga melihat langsung kolam budidaya ikan nila dan hasilnya cukup mengesankan. Ukuran ikan yang dipanen sangat baik dan menunjukkan bahwa warga binaan memiliki kemampuan untuk mengembangkan keterampilan di bidang perikanan,” ujarnya.
Apresiasi tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi jajaran Lapas Namlea. Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, menyampaikan rasa bangganya atas respon positif yang diberikan masyarakat terhadap hasil karya dan produktivitas warga binaan.
“Kepercayaan masyarakat terhadap hasil budidaya warga binaan menjadi bukti bahwa program pembinaan yang kami jalankan berjalan ke arah yang positif. Kami ingin warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat,” kata Mustafa.
Saat ini, Lapas Namlea mengembangkan budidaya sekitar 4.000 ekor ikan nila yang tersebar di enam kolam bioflok. Jumlah tersebut terdiri atas 1.000 ekor nila super, 3.000 ekor ikan nila ukuran dewasa, serta sekitar 500 benih ikan nila yang terus dibina dan dikembangkan.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan bahwa sektor perikanan menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian yang terus diperkuat oleh pihaknya.
Menurutnya, selain memberikan keterampilan praktis bagi warga binaan, budidaya ikan nila juga merupakan bagian dari implementasi program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong produktivitas dan kemandirian warga binaan.
“Kami terus berupaya mengembangkan sektor perikanan sebagai salah satu program pembinaan unggulan di Lapas Namlea. Selain mendukung peningkatan keterampilan warga binaan, program ini juga menjadi wujud nyata implementasi program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berorientasi pada produktivitas dan pemberdayaan,” ungkap Marasabessy.
Ia berharap keberhasilan budidaya ikan nila ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bahwa pembinaan di dalam lapas mampu menghasilkan sumber daya manusia yang produktif, terampil, dan siap kembali berkontribusi secara positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Namlea terus berkomitmen menciptakan warga binaan yang mandiri, produktif, serta memiliki keterampilan yang bernilai guna sebagai bekal kehidupan di masa depan. (Za)


