Gawat,,,Pelaku Pembunuhan Sadis Di Waai Masih Berkeliaran, Kasat Reskrim : Kasus Tersebut Sudah Naik Penyidikan - globaltimurnn.com


Selasa, 12 Agustus 2025

Gawat,,,Pelaku Pembunuhan Sadis Di Waai Masih Berkeliaran, Kasat Reskrim : Kasus Tersebut Sudah Naik Penyidikan

Foto : Gawat,,,Pelaku Pembunuhan Sadis Di Waai Masih Berkeliaran, Kasat Reskrim : Kasus Tersebut Sudah Naik Penyidikan

Malteng
, Globaltimurnn.com - Keluarga korban pembunuhan di ujung Batu, Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, mendesak pihak kepolisian segera mengungkap pelaku yang menghabisi nyawa korban La Nasir (Laki-laki) (31)pada Selasa (29/7/2025) sekitar pukul 02.00 WIT.


Menurut keterangan keluarga korban yang ditemui langsung oleh wartawan media ini di lokasi TKP, korban ditemukan tergeletak dengan total tujuh luka bacokan: satu di leher, dua di tangan kanan, dua di kepala, dan satu di pergelangan tangan kiri. Keluarga menyebutkan bahwa korban terakhir menghubungi mereka sekitar pukul 02.02 WIT, namun baru ditemukan sekitar pukul 08.00 WIT pada pagi hari.


“Ini jelas bukan kecelakaan biasa, tapi penganiayaan dan pembunuhan. Kami minta kasus ini diungkap sedetail-detailnya, supaya tidak terjadi lagi pada orang lain,” tegas Paman korban kepada wartawan media ini di TKP, Jumat (8/8/2025).


Pihak keluarga mengungkap, sejak awal polisi hanya memasang garis polisi tanpa garis putih, dan setelah korban dimakamkan pada esok hari garis tersebut sudah dilepas meski kasus belum terungkap bahkan darah korban di TKP masih terlihat. Hal ini berbeda dengan kasus lain seperti kecelakaan atau kebakaran, di mana garis polisi biasanya bertahan berhari-hari hingga rusak di tempat.


Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pegawai ASDP Indonesia Verry Cabang Ambon berinisial GL yang mengaku memiliki parang yang digunakan pelaku untuk membunuh korban. 


GL sempat diamankan karena diduga terkait dengan pelaku, namun kemudian dibebaskan kembali lantaran penyidik masih mendalami kasus ini. 


GL juga mengaku mengenal orang berinisial G yang membonceng pelaku pada saat kejadian, meskipun ia tidak mengenal pelaku secara langsung, Hingga saat ini, pihak kepolisian belum berhasil menemukan G.


“Kalau menurut logika, tidak mungkin orang ambil parangnya tanpa dia tahu siapa yang ambil, Dia juga mengaku yang membonceng pelaku bernama berinisial G, tapi katanya tidak tahu siapa yang dibonceng, Ini aneh,” kata paman korban dengan nada kesal.


Keluarga juga menyayangkan sikap teman korban yang saat kejadian berada di lokasi bersama korban, namun mengaku tidak mengetahui pelaku, Hal ini karena pelaku dan G saat itu menggunakan helm serta mengendarai motor Beat berwarna silver, dan salah satu di antara mereka mengenakan sweater, Saat kejadian, teman korban sempat berlari mencari batu untuk menolong korban, namun tidak menemukannya karena kondisi sudah malam dan gelap.


Usai kejadian, pihak keluarga membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara, Tantui, Kota Ambon untuk dilakukan otopsi, Hasil pemeriksaan luar menunjukkan dugaan kuat bahwa korban tewas akibat pembunuhan berat, sesuai pernyataan dokter yang melakukan otopsi saat ditanya oleh pihak keluarga setelah proses tersebut.


Hingga 10 hari pasca peristiwa, keluarga mengaku belum mendapat informasi perkembangan signifikan dari pihak kepolisian, Pihak Polsek Salahutu telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, dan menyampaikan kepada keluarga bahwa akan memanggil enam saksi lainnya untuk dimintai keterangan, dengan kemungkinan salah satu di antaranya adalah pelaku. Namun, polisi tidak menyatakan bahwa penetapan tersangka akan dilakukan segera. Selain itu, keluarga juga tidak mengetahui siapa keenam orang yang dimaksud, maupun dari mana asal mereka.


“Kami yang harus tanya-tanya ke polisi, bukan mereka yang proaktif memberi tahu kami terkait perkembangan informasi,” ujar kakak korban LA kepada Wartawan media ini pada kesempatan dan lokasi yang sama.


Keluarga meminta, apabila Polsek Salahutu tidak mampu mengungkap kasus ini, maka Polres atau Polda Maluku harus turun tangan, Mengingat pemilik parang telah diketahui, yakni pegawai ASDP GL, dan yang bersangkutan juga telah mengakui kepemilikan parang tersebut bahkan sempat ditahan karena diduga sebagai tersangka, keluarga mempertanyakan alasan pihak kepolisian membebaskannya kembali dengan dalih masih akan mendalami kasus ini.


Keluarga berharap pelaku dihukum setimpal dan kasus ini segera dituntaskan demi rasa keadilan bagi almarhum La Nasir dan keluarga yang ditinggalkan. 


Kasat Reskrim Polresta Ambon Kompol Androyuan Elim, S.I.K.,M.H.yang di hubungi Media ini menyampaikan" Kasus tersebut sudah naik penyidikan, dan hingga saat ini sudah ada 12 saksi yang sudah di periksa, hingga kini Polisi masih terus mendalami, dan masih memeriksa beberapa saksi, namun masih terkendala akibat para saksi yang sudah menjadi target kepolisian itu tidak berada di tempat, sehingga masih mencari keberadaan saksi  lain guna perlancar pemeriksaan sehingga bisa ditetapkan tersangka. Jelas Kasat  


Kasat juga menghimbau dan mengharapkan pihak korban bisa menahan diri, dan bersabar, karena Polisi tidak akan tinggal diam, akan terus memburu pelaku hingga ketemu dan akan memproses sesuai hukum yang berlaku atas perbuatan-nya. (V374) 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT