Bertindak Sebagai Khatib, Akmil Djapa Kabag Jarlat SPN Polda Maluku Sampaikan Pesan Agama - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Kamis, 17 September 2026

Bertindak Sebagai Khatib, Akmil Djapa Kabag Jarlat SPN Polda Maluku Sampaikan Pesan Agama


Passo
, globaltimurnn.com - Kabag Jarlat SPN Polda Maluku Kompol H Akmil Djapa bertindak sebagai Khatib Shalat Jumat di Masjid Al Iqro SPN Polda Maluku. Jumat 18 September 2026


Khutbah Jumat tang disampaikan kepada jamaah yang terdiri dari Siswa Diktuk Bintara Polri dan Personil SPN Polda Maluku yang beragama islam, dengan judul Khutbah" Kejarlah Akhiratmu, maka Dunia Mengikutimu".


Akmil mengajak jamaah agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa bukan hanya tentang banyaknya ibadah yang kita lakukan, tetapi tentang bagaimana seluruh hidup kita diarahkan untuk mencari ridha Allah SWT.


Lanjut Akmil" renungkan sebuah nasihat“ Kejarlah akhiratmu, maka dunia akan mengikutimu.


”Bukan berarti kita harus meninggalkan dunia, Bukan berarti kita tidak boleh bekerja, menjadi kaya, memiliki rumah, kendaraan, usaha dan kehidupan yang layak.

Tetapi yang harus kita pahami adalah" Jangan jadikan dunia sebagai tujuan utama. Jadikan dunia sebagai jalan menuju akhirat.

Allah SWT berfirman:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari dunia.” (QS. Al-Qashash: 77)


Allah tidak mengatakan: tinggalkan dunia, Tetapi Allah mengatakan, “Carilah negeri akhirat dengan apa yang Allah berikan kepadamu.” Artinya, harta kita bisa menjadi jalan menuju surga.


Pekerjaan kita bisa menjadi jalan menuju surga, Keluarga kita bisa menjadi jalan menuju surga, Ilmu kita bisa menjadi jalan menuju surga, Bahkan senyum, sedekah, membantu orang lain dan mencari nafkah dengan cara halal dapat menjadi bekal menuju akhirat.


Ada orang yang sepanjang hidupnya mengejar dunia, Pagi bekerja, Siang bekerja, Malam memikirkan pekerjaan, Mengejar jabatan, Mengejar keuntungan, Mengejar rumah, Mengejar kendaraan, Mengejar popularitas, Mengejar pujian manusia, Tetapi ia lupa mengejar akhirat.


Ketika azan berkumandang, ia berkata“ Nanti saja shalatnya.” Ketika datang waktu mengaji, ia berkata, “Besok saja.” Ketika memiliki rezeki, ia lupa bersedekah, Ketika memiliki kesempatan berbuat baik, ia menundanya, Ia begitu sibuk membangun rumah di dunia, tetapi lupa membangun rumahnya di akhirat.


Padahal rumah dunia hanya akan kita tempati sementara. Rumah akhiratlah yang akan kita tempati selamanya.Allah SWT mengingatkan:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”(QS. Ali 'Imran: 185)


Dunia bukan sesuatu yang harus kita benci, Tetapi dunia tidak boleh menjadi sesuatu yang memperbudak hati kita, Jangan Kejar Dunia dengan Mengorbankan Akhirat


Masalahnya bukan pada memiliki harta, Masalahnya adalah ketika harta memiliki hati kita, Masalahnya bukan pada pekerjaan, Masalahnya adalah ketika pekerjaan membuat kita meninggalkan shalat, Masalahnya bukan pada mengejar kesuksesan.


Masalahnya adalah ketika kesuksesan membuat kita sombong dan lupa kepada Allah, Masalahnya bukan memiliki banyak uang, Masalahnya adalah ketika uang membuat kita lupa dari mana rezeki itu datang.


Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa dunia ini hanyalah tempat persinggahan, Maka jangan sampai kita mendapatkan dunia tetapi kehilangan akhirat, Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah, Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9) Perhatikan!


Allah tidak mengatakan bahwa harta dan anak itu buruk, Harta dan anak adalah nikmat, Tetapi jangan sampai nikmat berubah menjadi fitnah karena membuat kita jauh dari Allah, Kalau Akhirat Menjadi Tujuan, Dunia Menjadi Sarana


Orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuan akan memiliki cara pandang yang berbeda terhadap dunia, Ketika ia bekerja, ia berkata" “Saya bekerja karena Allah.”Ketika ia mendapatkan uang, ia berkata, “Ini amanah dari Allah.”Ketika mendapatkan keuntungan, ia bersyukur,Ketika mendapatkan kerugian, ia bersabar Ketika mendapatkan jabatan, ia tidak sombong, Ketika kehilangan jabatan, ia tidak putus asa. 


Mengapa? Karena hatinya tidak bergantung kepada dunia, Hatinya bergantung kepada Allah, Inilah yang disebut dengan barakah.

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka - sangkanya.”(QS. At-Talaq: 2–3)


Maka jangan takut kehilangan dunia karena memilih taat kepada Allah, Jangan takut miskin karena bersedekah, Jangan takut kehilangan pekerjaan karena menolak yang haram, Jangan takut rezeki berkurang karena menjaga kejujuran, Rezeki kita bukan berada di tangan manusia, Rezeki kita berada di tangan Allah.


Empat Cara Mengejar Akhirat

Ada beberapa hal yang harus kita lakukan" 

Pertama: Jaga shalat

Sehebat apa pun pekerjaan kita, jangan tinggalkan shalat, Karena dunia tidak akan menyelamatkan kita ketika kita berdiri di hadapan Allah.


Kedua: Cari rezeki yang halal

Sedikit tetapi halal lebih baik daripada banyak tetapi haram, Jangan membawa pulang uang yang di dalamnya terdapat kezhaliman, Karena makanan yang masuk ke tubuh keluarga kita akan menjadi bagian dari kehidupan mereka.


Ketiga: Sisihkan harta untuk akhirat

Sedekah, Wakaf, Membantu fakir miskin, Membantu anak yatim, Membantu masjid, Membantu orang yang sedang kesulitan, Karena suatu hari nanti semua harta kita akan ditinggalkan, Yang kita bawa hanyalah amal.


Keempat: Perbanyak amal sebelum terlambat, Jangan berkata, “Nanti kalau sudah tua saya akan rajin ibadah.” Siapa yang menjamin kita akan sampai tua? Jangan menunggu sakit untuk mengenal Allah, Jangan menunggu kehilangan untuk bersyukur, Jangan menunggu kematian untuk bertobat, Allah SWT berfirman:

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu.” (QS. Al-Munafiqun: 10)


Ingatlah! Dunia akan kita tinggalkan.Rumah akan kita tinggalkan.Kendaraan akan kita tinggalkan.Jabatan akan kita tinggalkan. Uang akan kita tinggalkan. Bahkan orang-orang yang paling kita cintai pun akan mengantar kita sampai ke liang lahat, kemudian mereka akan kembali. Kita sendirian. Yang menemani kita adalah amal. Maka mulai hari ini, mari kita ubah cara kita mengejar kehidupan. Bekerjalah, tetapi jangan tinggalkan Allah.


Carilah harta, tetapi jangan kehilangan iman.

Bangunlah rumah, tetapi bangun juga rumah di surga, Didiklah anak-anak kita agar sukses di dunia, tetapi jangan lupa ajarkan mereka jalan menuju akhirat, Dan yang paling penting

"KEJARLAH RIDHA ALLAH, MAKA DUNIA AKAN MENJADI SARANA BAGI KEBAHAGIAANMU.

Semoga Allah menjadikan dunia berada di tangan kita, bukan di hati kita, Marilah kita bertakwa kepada Allah.


Jangan sampai kita menjadi manusia yang sangat sukses di dunia tetapi gagal di akhirat, Jangan sampai kita memiliki banyak harta tetapi miskin amal, Jangan sampai kita memiliki rumah yang megah tetapi tidak memiliki tempat di surga, Jangan sampai kita dikenal manusia karena kekayaan kita, tetapi tidak dikenal oleh penduduk langit karena amal kita.

Allah SWT berfirman:

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Sedangkan kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A'la: 17) Maka kejarlah sesuatu yang lebih baik dan lebih kekal, Jika kita mengejar akhirat, bukan berarti dunia akan hilang, Justru kita akan belajar menggunakan dunia dengan benar.


Harta menjadi alat untuk beribadah, Ilmu menjadi jalan untuk memberi manfaat, Jabatan menjadi kesempatan untuk melayani, 

Keluarga menjadi ladang pahala, Pekerjaan menjadi ibadah, Dan seluruh kehidupan menjadi jalan. (V374) 


Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT