451 Tahun Ambon, Michael Wattimena: Keharmonisan Harus Dijaga, Ambon Bersih Harus Diwujudkan - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Minggu, 06 September 2026

451 Tahun Ambon, Michael Wattimena: Keharmonisan Harus Dijaga, Ambon Bersih Harus Diwujudkan


Ambon
, Globaltimurnn.com — Peringatan 451 tahun Kota Ambon bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik usia yang telah melewati empat setengah abad, terdapat perjalanan panjang sebuah kota yang tumbuh dari keberagaman, melewati berbagai tantangan, hingga terus berbenah menuju masa depan.


Momentum itu terasa dalam upacara peringatan HUT ke-451 Kota Ambon yang berlangsung pada Senin, 7 September 2026. Tahun ini, perayaan mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju.”


Tema tersebut tidak hanya berbicara tentang kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi ajakan untuk membangun kota melalui kebersamaan, kepedulian dan kerja nyata.


Pesan itu disampaikan Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Michael Wattimena, yang turut menghadiri upacara HUT ke-451 Kota Ambon.


Mengawali pernyataannya, Michael menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kota Ambon yang telah memasuki usia 451 tahun.


“Yang pertama, kita mau menyampaikan dirgahayu Kota Ambon yang ke-451,” ujarnya.


Menurut Michael, usia panjang Kota Ambon menunjukkan bahwa kota ini memiliki perjalanan sejarah yang tidak singkat. Lebih dari itu, Ambon dengan masyarakatnya yang beragam dapat menjadi gambaran kecil dari Indonesia.


Ia menyebut Kota Ambon sebagai salah satu miniatur Indonesia. Karena itu, keharmonisan menjadi sesuatu yang sangat penting untuk terus dirawat.


“Kita tahu bahwa Kota Ambon adalah miniatur Indonesia. Sehingga yang harus dijaga adalah keharmonisan,” katanya.


Pesan tersebut tidak lepas dari perjalanan sejarah Ambon yang pernah melewati situasi kemanusiaan yang berat. Pengalaman masa lalu, menurutnya, harus menjadi pelajaran agar masyarakat tidak kembali terjebak dalam kondisi yang sama.


“Karena kita pernah mengalami sebuah situasi kemanusiaan yang membuat kita sangat terpuruk. Kalau bisa, jangan sampai kita kembali ke situ,” ujarnya.


Bagi Michael, menjaga keharmonisan tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk kata-kata. Keharmonisan harus menjadi energi untuk bekerja bersama membangun Kota Ambon.


Ia menilai pembangunan kota membutuhkan komitmen seluruh pihak, bukan hanya pemerintah.


Yang terpenting, kata dia, adalah bagaimana masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama memajukan Kota Ambon secara berkelanjutan.


“Yang paling penting adalah kita secara bersama-sama memajukan kota ini dalam keberlanjutannya. Itu adalah bagian daripada komitmen. Jadi bukan saja hanya retorika, tetapi itu harus diwujudkan dengan sebuah karya dan kerja yang nyata,” tegasnya.


Menurut Michael, setiap orang yang memiliki kesempatan untuk berkontribusi harus dapat memberikan sesuatu bagi kemajuan kota.


“Kalau kita produktif, kita bisa berbuat yang lebih banyak bagi kota ini,” katanya.


Ia kemudian mencontohkan bentuk kepeduliannya terhadap Maluku dan Kota Ambon. Kendati dirinya merupakan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Papua Barat, Michael mengatakan perhatian terhadap Maluku tetap besar.


Ia menyebut pembangunan Jembatan Merah Putih sebagai salah satu contoh pembangunan yang kini telah menjadi ikon Kota Ambon.


Semangat untuk berkontribusi tersebut kembali diwujudkan dalam momentum HUT ke-451 Kota Ambon.


Michael mengungkapkan bahwa dirinya mendapat informasi beberapa hari sebelum pelaksanaan HUT mengenai rencana kehadirannya dalam perayaan tersebut. Dari komunikasi itu kemudian muncul gagasan agar kehadirannya tidak hanya sebatas menghadiri upacara, tetapi juga membawa bentuk dukungan konkret bagi Kota Ambon.


Melalui CSR Pertamina Peduli, bantuan kemudian diberikan kepada Pemerintah Kota Ambon dan diserahkan secara simbolis kepada Wali Kota Ambon.


Bantuan tersebut berupa sarana pendukung kebersihan kota, termasuk tempat atau wadah sampah beroda yang diharapkan dapat membantu pengelolaan sampah.


Bagi Michael, bantuan itu memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar sebuah fasilitas.


Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan tema HUT ke-451, “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju.”


“Bukan saja retorika, tetapi harus ada bentuk-bentuk partisipasi dan komitmen untuk membangun kota ini,” ujarnya.


Menurutnya, kebersihan merupakan bagian penting dalam wajah sebuah kota. Kota yang bersih akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik Ambon sebagai destinasi wisata.


“Kota ini harus kita rawat, kita harus jaga kebersihannya, supaya menjadi indah, menjadi bagus, sehingga menjadi destinasi wisata bagi berbagai masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.


Usia 451 tahun akhirnya bukan hanya tentang menghitung perjalanan waktu. Ia menjadi momentum untuk melihat kembali apa yang telah dilewati dan menentukan apa yang harus dilakukan ke depan.


Bagi Michael Wattimena, Ambon memiliki modal besar berupa keberagaman dan sejarah panjang. Namun, modal itu harus dirawat melalui keharmonisan dan diterjemahkan ke dalam kerja nyata.


Tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju” pun menjadi semakin relevan. Sebab, kota yang maju tidak hanya dibangun dengan infrastruktur, tetapi juga dengan masyarakat yang hidup harmonis, lingkungan yang terawat, serta kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan.


Dari Ambon yang telah berusia 451 tahun, pesan yang disampaikan Michael sederhana: merawat kota adalah tanggung jawab bersama, dan membangun masa depan tidak boleh berhenti pada retorika.


Harapan itu kini menjadi bagian dari perjalanan Ambon menuju usia berikutny sebuah kota yang tetap menjaga persaudaraan, semakin bersih dan sehat, serta mampu menempatkan dirinya sebagai bagian penting dari kemajuan Indonesia. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT